Pages

Rabu, 27 April 2011

Surat Dari Ibu

Pergi ke dunia luas anakku sayang
Pergi ke hidup bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan Matahari pergi menyinari daun-daun
dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut lepas anakku sayang!
Pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
Menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar
Dan elang laut pukang ke sarang
Angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri

Dan nahkoda sudah tahu pedoman
Boleh engkau datang padaku

Kembali pulang,anakku sayang
Kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah merapat ke tepi
Kita akan bercerita
Tentang cinta dan hidupmu di pagi hari.


(Asrul Sani,1951)

Jumat, 15 April 2011

Syair Cinta Tuhan


 Tuhanku, malam telah berlalu dan
siang segera menampakkan diri.
Aku gelisah apakah amalanku Engkau terima,
hingga aku merasa bahagia,
Ataukah Engkau tolak hingga sehingga aku merasa bersedih,
Demi ke-Maha Kuasaan-Mu, inilah yang akan kulakukan.
Selama Engkau beri aku hayat,
sekiranya Engkau usir dari depan pintu-Mu,
aku tidak akan pergi karena cintaku pada-Mu,
telah memenuhi hatiku.

Persahabatan


Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia? menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam? persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika? kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

Ketika Diusung Kerandaku


Ketika diusung kerandaku di hari kematian,
janganlah menyangka hatiku berada di alam-dunia ini.
Janganlah menangisiku, dan menjerit,
"kemalangan,kemalangan!"
Bisa-jadi malah engkau terjatuh kedalam jebakan syaithan:
itu baru kemalangan.
Ketika engkau lihat jenazahku, janganlah
engkau berseru, "perpisahan, perpisahan!"
Pertemuan dan penyatuan adalah milikku saat itu.

Ketika engkau masukkan aku ke liang lahat, janganlah
engkau ucapkan, "selamat tinggal, selamat tinggal!"
Karena kubur bagiku hanyalah selembar hijab, yang
menyembunyikan pelukan al-Jannah.
Setelah diturunkan ke lubang, tataplah kebangkitan;
Tidaklah ditenggelamkan itu menyakiti matahari dan rembulan.
Tampak bagimu ia tenggelam, padahal itu suatu kebangkitan:
Bagimu kubur adalah penjara, padahal itu pembebasan jiwa.

Bukankah bibit ditanamkan ke dalam bumi agar ia tumbuh?
Mengapa engkau ragukan harkat bibit insan?
Bukankah timba diturunkan, agar ia muncul-kembali:
penuh berisi air?
Tidaklah Yusufnya-jiwa itu perlu mengeluhkan sumur.
Katupkanlah mulutmu di sisi-sebelah-sini, dan
bukalah di sisi-sebelah-sana,
Karena di semesta-tak-bertempat akan berkumandang
lagu kemenanganmu.

(Rumi: Divan Syamsi Tabriz no 14, terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson)

Sabtu, 09 April 2011

Lirboyo Kaifa Hal?



Lirboyo,
Masihkah tebu-tebu berderet manis melambai di sepanjang jalan menyambut langkah gamang santri anyar menuju gerbangmu? Ataukah seperti di mana-mana pabrik-pabrik dan bangunan bangunan bergaya spanyolan yang angkuh dan genit menggantikannya?

Lirboyo,
Masikah mercusuar-mercuar petromak sepembuluh bambu setia menemani para santri barsaharul layali? Ataukah seperti di mana-mana neon-neon kebiruan yang berjaga kini seperti bola-bola lampu menggantikan teplok-teplok gothakan?

Lirboyo,
Masihkah shorof dan i'lal dihafal diserambi, dapur dan pematang? Dan senandung alfiah membuai merdu? Ataukah seperti di mana-mana santri lebih suka menghafal lagu-lagu dan alunan dangdut dari transistor modern masa kini?

Lirboyo,
Masihkah musyawarah pendalaman ilmu dan halaqoh-halaqoh menghidupkan malam-malam penuh ghirah dan himmah? Ataukah seperti di mana-mana diskusi-diskusi sarat ietilah tanpa kelanjutan dinilai lebih bergengsi dan bergaya?

Lirboyo,
Masihkah sari-sari pikiran al Ghazaly dikaji sore dan setiap saat dicontohkan dalam perilaku Bapak Kiai? Ataukah seperti di mana-mana penggalan-penggalan kata-kata mutiara dianggap lebih bermakna salam kaligrafi dan majalah-majalah?

Lirboyo,
masihkah santri-santri bersama-sama melakukan sholat setiap waktu dalm derajat ganjaranya yang berlipat da puluh tujuh? Ataukah seperti di mana-mana orang merasa tak punya waktu sibuk memburu saat-saat kesendirian untuk diri sendiri?

Lirboyo,
Masihkah Mbah Manab, Mbah Marzuqi, dan Mbah Mahrus memercikkan tsawab berkah dala, suksesi ilmu dan amaliyah? Ataukah di mana-mana mereka tidak punya arti apa-apa kecuali buat dikenang sesekali dalam upacara haul yang gegap gempita?

Lirboyo,
Masihkah senggotmu tersa berat bagi penimbanya? Ataukah lebih beraat lagi?

Lirboyo,
Kaifa Hal? Bagaimana kabar Gus Idris, Gus War, Gus Imam, Gus Maksum?

Lirboyo,
Di mana-mana ada lirboyo
Di mana-mana ada Mbah Manab
Di mana-mana ada Mbah Marzuqi
Di mana-mana ada Mbah Mahrus
Dari senggotmu mereka menimba

Lirboyo,
Aku Rindu Kau...!!!

Rela Pada Ketentuan Allah



Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya
Berlapang dada-lah jika takdir menimpa


Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi


Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji


Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya


Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua


Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu


Jangan berharap dari orang kikir kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan

Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang


Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan


Jika engkau berhati puas dan mudah menerima
Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda


Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya


Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang


Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan obat

Syair Sang pecinta

Apabila kilat cinta telah menyambar hati yang ini
Ketahuilah ada cinta dalam hati yang lain
Apabila cinta Allah bertambah besar dalam hatimu
Pastilah Allah menaruh cinta atasmu

Kebijaksanaan Illahi adalah taqdir
Yang membuat kita cinta satu sama lain
Karena taqdir itu, setiap bahagian dunia ini
Dipertemukan dengan jodohnya

Dalam pandangan orang bijak :

Langit adalah laki-laki dan bumi adalah wanita
Bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit
Apabila bumi kekurangan panas,
Maka langit mengirimkannya
Apabila ia kekurangan kesegaran dan embun,
Langit memperbaharuinya
Tanpa bumi bagaimana bunga dan pohon bisa mulai berkembang?
Kalau begitu apa yang akan dihasilkan oleh air dan kehangatan langit

Sebagaimana Allah memberikan keinginan
Kepada laki-laki dan wanita sampai akhir
Sehingga dunia akan terpelihara
Oleh kesatuan mereka